Kamis, 19 Januari 2012

elektrolit dan non-elektrolit

ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT
Laporan pratikum kimia






Kelompok :
Vianka hardi
Ayu Deswanti rio dingin
Bella awallia

JL.perintis kemerdekaan No.56, cibadak sukabumi











1.     TUJUAN PERCOBAAN
Agar kami dapat mengetahui larutan-larutan senyawa kimia yang dapat menghantarkan listirik (elektrolit) dan yang tidak dapat menghantarkan listrik (non-elektrolit), serta dapat mengetahui penyebab dari larutan yang menghantarkan listrik (eletrolit) dan juga larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik (non-elektrolit)
2.     LANDASAN TEORI
zat yang dapat larut dalam pelarut air di bedakan menjadi elektrolit dan non-elektrolit. Perbedaan ini di dasarkan atas daya hantar listrik dari larutannya. Sifat daya hantar listrik ini berhasil di jelaskan oleh svante august arrhenius di tahun 1884. Ia menemukan bahwa elektrolit dalam pelarut air akan terurai menjadi ion-ion sedangkan non-elektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi ion-ion. Larutan elektrolit memberi gejala berupa adanya gelembung-gelembung gas dalam larutan. Berdasarkan percobaan yang pernah di lakukan oleh michael faraday, diketahui bahwa jika arus listrik di alirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentu karena, ion positif mengalami reduksi sedangkan ion negatif mengalami oksidasi.
 Kekuatan suatu  elektrolit  ditandai  dengan suatu  besaran yang disebut derajat ionisasi (α)Keterangan :
Elektrolit kuat memiliki harga α = 1, sebab semua zat yang dilarutkan terurai menjadi ion.
Elektrolit lemah memiliki harga α<1, sebab hanya sebagian yang terurai menjadi ion.
Adapun non elektrolit memiliki harga α = 0, sebab tidak ada yang terurai menjadi ion.
Elektrolit kuat : α = 1(terionisasi sempurna)
Elektrolit lemah : 0 < α < 1 (terionisasi sebagian)
Non Elektrolit : α = 0 (tidak terionisasi)


3.     ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN

Persiapkan :

·        Kabel berdiameter kecil sepanjang 1 m
·        Lampu 1,5V
·        Batubaterai (6V)
·        Batang carbon (elektroda)
·        Gelas
·        Pencepit (2)
Rangkaian gambar :




CARA KERJA
·        Siapka rangkaian uji daya hantar listrik yang terdiri  baterai, lampu  da elektrode karbon
·        Sediakan 50 mL laruta NaCl,CH3COOH,H2SO4,Hcl, NaOH, NH3, C2H5OH, C12H22O11 dan air murni
·        Uji daya hantar listrik pada masing-masing larutan, pastika kedua elektrode tidak saling menyentuh
·        Amati dan catat apakah lampu menyala terang,redup, atau tidak menyala
·        Membuat  kesimpulan dari uji daya hantar listrik tersebut





TABEL PENGAMATAN
Larutan
Keadaan lampu
kesimpulan
nyala
gelembung
Tidak nyala
CH3COOH

elektrolit
H2SO4

Elektrolit
Hcl

elektrolit
NaOH

elektrolit
NH3


Non-elektrolit
C2H5OH


Non-elektrolit
C12H22O1


Non-elektrolit
H2O


Non-elektrolit
NaCl

elektrolit
PENGOLAHAN DATA
·        Dari data uji daya hantar listrik diketahui bahwa larutan NaCl ,H2SO4,Hcl,dan  NaOH merupakan larutan elektrolit karena  larutan-larutan tersebut  memiliki muatan yang saling tarik menarik  antara muatan zat dan molekul air sangat kuat sehingga partikel-partikelnya dapat lepas sebagai ion-ion bebas  dan menghantarkan listirik sehingga lampu pada rangkaian uji daya hantar listrik menyala terang. Larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik dan memiliki banyak ion-ion bebas di sebut elektrolit kuat.
·        Pada pengujian CH3COOH,lampu menyala namun redup yang berarti bahwa terdapat sedikit ion dalam larutan, dan gaya tarik-menarik antara molekul air dan zat CH3COOH cukup kuat untuk memutuskan sebagian kecil ikatan kovalen O-H pada molekul-molekul  CH3COOH sehingga terjadi pelepasan sedikit  ion CH3COO-  dan H+  bebas  dan menghantarkan listirik sehingga lampu pada rangkaian uji daya hantar listrik menyala redup. Larutan yang  tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik dan hanya sedikit memiliki ion-ion bebas di sebut elektrolit lemah.
·        Pada pengujian  NH3, C2H5OH, C12H22O11 dan H2O, lampu pada rangkain tidak menyala itu berarti larutan tersebut tidak dapat terdisosiasi dan gaya tarik-menarik antara molekul air dan zat  NH3, C2H5OH, C12H22O11 dan H2O  tidak mampu memutuskan ikata pada molekul-molekul  tersebut  sehingga tidak membentuk ion –ion bebas yang dapat menghantarkan listrik  dan lampu tidak menyala. Larutan yang  tidak dapat menghantarkan listrik dan tidak memiliki ion-ion bebas di sebut non-elektrolit.
Jawaban Pertanyaan
·         Mengapa larutan yang tergolong elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?
Karena di dalam larutan tersebut terdapat ion-ion yang bergerak bebas
·         Bagaimana mekanisme pembentukan ion-ion bebas dalam larutan dengan pelarut air?
Ø Pada elektrolit, gaya tarik-menarik antara molekul-molekul air dengan partikel-partikel zat cukup kuat untuk memutuskan ikatan antar-partikel zat sehingga partikel-partikel zat dapat lepas sebagai ion-ion bebas.
Ø Pada non-elektrolit, gaya tarik-menarik antara molekul-molekul air dengan partikel-partikel zat tidak cukup kuat untuk memutuskan ikatan antar-partikel zat sehingga partikel-partikel zat tidak dapat lepas sebagai ion-ion bebas.
·         Apakah setiap elektrolit kuat akan selalu membentuk larutan elektrolit dengan daya hantar listrik yang baik? Jelaskan!
Tidak selalu, sebagai contoh senyawa AgCl dan Ba(OH)2. Kedua senyawa ini mempunyai kelarutan yang kecil dalam air. Akibatnya meski dapat terdisosiasi sempurna, namun jumlah ion yang terbentuk dalam larutan hanya sedikit sehingga daya hantar listriknya buruk.
·         Jika muncul gelembung gas sedikit dan nyala lampu yang redup/mati berarti daya hantar listrik tersebut lemah disebut juga larutan elektrolit lemah. Mengapa demikian?
Pada larutan elektrolit lemah, sebagian molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi tidak sempurna) yang ditandai dua arah panah pada persamaan reaksinya. Karena sedikit ion-ion yang menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya lemah.
DAFTAR PUSTAKA

·        J.M.C. Johari, dan M. Rachmawati. 2006. Kimia 1 SMA dan MA untuk Kelas X. Jakarta: Esis
·        blogsainsepayana.blogspot.com
·        mediabelajaronline.blogspot.com
·        belajar.kemdiknas.go.id

















Lampiran-lampiran



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar